Posts

Pengertian Brainsketching

  Brainsketching adalah teknik dimana menanyakan orang untuk menghasilkan ide kreatif dengan cara menggambarkan apapun dibandingkan menuliskan kata-kata untuk mendeskripsikan suatu rujukan. Beberapa ide akan mengalir lebih baik apabila orang didorong untuk menggunakan gambar dibandingkan kata untuk mengembangkan ide kreatif. Contoh brainsketching adalah dalam suatu kelompok, sedang dalam kondisi brainstorming, terdapat permasalahan mengenai bagaimana cara untuk mengalokasikan dana kepada divisi divisi tertentu. Anggota dalam kelompok tersebut ada yang mengekspresikan gagasannya dengan mengatakan bahwa dapat disalurkan kepada divisi ini dan itu sembari kedua tangannya menyentuh lantai dengan titik yang berbeda beda. Hal ini menggambarkan divisi yang berbeda mendapatkan porsi dana seberapa besar.

4 Fase Pengembangan Ide Kreatif

  4 fase dalam tim tatap muka dan virtual yang terlibat dalam pengembangan ide-ide   kreatif tersebut haruslah berurutan, karena f ase tersebut akan terjadi seperti siklus, berulang. Diantara urutan fase tersebut adalah a.        Fase menghasilkan ide: Anggota kelompok secara aktif mengidentifikasi berbagai ide, kemungkinan, dan pendekatan terhadap masalah   yang dihadapi. b.       Fase pengembangan: Gagasan diperluas dan informasi tambahan dikumpulkan untuk mendukung bongkahan ide awal. c.        Fase finalisasi dan penutupan: Grup menyetujui ide-ide terbaik. d.       Tahap evaluasi: Tim mempertimbangkan nilai dan kelayakan dari ide-ide yang dipilih.

Mendorong Minoritas untuk Mengekspresikan Diri

  Suatu kelompok, apabila anggota di dalamnya memiliki etnis dan ras yang lebih beragam akan dapat mengembangkan solusi yang lebih kreatif untuk suatu masalah. Sudut pandang minoritas dapat menantang cara berpikir dan ide-ide tradisional, sehingga dapat membantu kelompok menemukan cara pandang baru. Cara yang dapat dilakukan untuk mendorong anggota kelompok yang ‘diam’ untuk lebih berkontribusi pada kelompok, adalah pastikan semua nggota telah memahami persoalan yang dihadapi, baik tentang apa, sebab, dan lain – lain. Berusahalah menciptakan suasana kelompok yang terbuka, dan seseorang merasa memiliki kebebasan dalam mengekspresikan idenya. Tanyalah kepadanya, dan jangan meremehkan mendapatnya. Dan saat mereka telah melakukannya, dengarkanlah apa yang mereka katakan, karena memiliki banyak informasi dan mendengarkan informasi tersebut dapat meningkatkan tingkat kreativitas kelompok.

2 Format Menganalisis Masalah

  2 format dalam menganalisis masalah adalah The Ideal Solution format, dimana kelompok menjawab pertanyaan yang dirancang untuk membantu mereka mengidentifikasi solusi yang ideal, serta Single-Question Format, dimana format ini mengharuskan kelompok merumuskan pertanyaan yang membantu memperoleh informasi yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah. Format pertanyaan tunggal juga membantu kelompok mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah yang harus dihadapi sebelum dapat mencapai solusi. Apabila diskusi tidak lancar, dan menimbilkan masalah yang baru, hal yang bisa dilakukan adalah dengan mengkritisi masalah, mengidentifikasi masalah, dan melakukan evaluasi terhadap masalah tersebut. Hal tersebut dapat menggunakan The Ideal Solution format, untuk membantu mereka mengidentifikasi solusi yang ideal. Kedua, masing masing dari anggota diskusi ikut serta dalam proses pembuatan dan pengambilan keputusan terhadap masalah yang terjadi, dengan menyuarakan ide – ide, pendapat, atau ar...

2 Alat Menganalisis Masalah (Force Field Analysis dan Cause and Effect Diagram)

  Terdapat dua teknik yang dapat membantu kelompok untuk memilah faktor-faktor yang berkontribusi terhadap masalah, yaitu Force-Field Analysis dan Diagram sebab-akibat. Force-Field Analysis digunakan untuk kelompok dengan menganalisis tujuan dengan mencatat kekuatan pendorong apa yang membuatnya mungkin untuk dicapai dan apa kekuatan yang menahannya tidak mungkin tercapai, yang setelahnya kelompok akan lebih mungkin untuk fokus pada penyebab esensial masalah daripada gejala-gejala masalah.. Alat ini cocok ketika kelompok memiliki masalah dengan kekuatan pendorong, dengan mengurangi hal-hal yang menahan kekuatan, serta meningkatkan kekuatan pendorong. Sedangkan untuk Cause-and-Effect Diagram, membantu kelompok dan tim secara visual memeriksa hubungan antara penyebab dan kemungkinan efeknya, dengan cara buat daftar kemungkinan faktor yang berkontribusi untuk masing-masing dari empat penyebab masalah utama. Keuntungan dari diagram penyebab-dan-efek adalah bahwa semua anggota kelom...