Berwisata ke Lawang Sewu
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Halo sobat Happy Vanilla!
Saat kita ingin mencari destinasi
wisata di Kota Semarang, yang paling banyak muncul adalah Lawang Sewu. Bangunan ini bercerita tentang
sejarah dari kereta api di Indonesia. Terletak di sekitar
Tugu Muda, dekat Simpang Lima Semarang , tepatnya diantara Jalan Pemuda dan
Jalan Pandanaran yang menjadikannya wisata sejarah yang mudah dicapai baik
kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Harga masuknya pun tergolong
terjangkau, yaitu orang dewasa atau mahasiswa dikenakan biaya Rp 10.000,00 per
orang, sedangkan pelajar dan anak anak dibawah 12 tahun dikenakan biaya Rp
5.000,00 per orang. Untuk pengunjung yang ingin merasakan sensasi adrenalin
masuk ke ruang bawah tanah, dikenakan biaya tambahan lagi sebesar Rp 30.000,00.
Lawang Sewu buka setiap hari, yaitu pada pukul 07.00 WIB sampai 21.00 WIB. Saya
pun mengunjungi tempat ini pada pukul 09.00 WIB dengan teman saya setelah car
free day di Simpang Lima Semarang.
(foto
saya di depan Lawang Sewu)
Menurut sejarah, pada mulanya Lawang
Sewu ini merupakan gedung Administrasi Perkeretaapian Belanda untuk Jawa Tengah
milik perusahaan kereta api swasta yaitu Het Hoofdkantoor Van de Nederlandsch /
Indische Spoorweg Maatscappij (NIS). Pembangunan dimulai dengan rumah penjaga,
bangunan percetakan, bangunan utama, lalu bangunan tambahan. Namun saat
Indonesia jatuh ke tangan Jepang, gedung ini diubah menjadi tempat menahan
tahanan dan penjara bawah tanah bagi pejuang kemerdekaan Indonesia.
Lawang Sewu memberikan daya tarik tersendiri bagi
wisatawan karena cerita-cerita mistis dan seram yang ada di sini. Isu
yang beredar di masyarakat tentang cerita mistis Lawang Sewu, banyak yang
menyebutkan sering melihat penampakan, mulai dari kuntilanak, genderuwo, noni
belanda, tentara belanda, tahanan perang, dan lain lain. Ruangan yang terkenal
angker di sini adalah ruang bawah tanah, aula besar, lorong lorong, sumur tua,
penjara berdiri dan penjara jongkok.
(foto
saya di depan Aula Kaca)
Walaupun namanya Lawang Sewu atau
yang berarti Seribu Pintu, jumlah pintu di Lawang Sewu tidak 1.000 buah,
tepatnya sekitar 429 pintu saja dengan sekitar
1.200 daun pintu. Tahun 1994,
Lawang Sewu masih digunakan oleh pemerintah sebagai Kantor Kereta Api
Indonesia. Pada 2009 dilakukan perbaikan dan pada 2011, gedung tersebut pun
dibuka sebagai lokasi wisata di Semarang.
PT. Kereta Api Indonesia melakukan
pemugaran dikarenakan usia bangunan yang sudah cukup tua. Namun, proses
pemugaran atau renovasi ini tidak menghilangkan bentuk aslinya. Gedung yang
terlihat usang dan sudah tua itu, kini terlihat gagah dan tak lagi angker
seperti sebelumnya. Peresmian Lawang Sewu setelah pemugaran di buka untuk umum
pada tanggal 5 Juli 2011 oleh Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono.
Di Lawang Sewu, kita bisa melakukan
wisata sejarah, karena terdapat sejarah perkeretaapian Indonesia yang tertempel
dan dipajang di beberapa area. Selain itu, terdapat miniatur jembatan, rel,
kereta api di dalam ruangan. Di luar ruangan, terdapat beberapa lokomotif tua
yang dijadikan pajangan untuk pengunjung berfoto. Banyak sekali remaja yang
menjadikan Lawang Sewu sebagai spot foto seperti di aula kaca, di luar gedung
lawang sewu, di dekat lokomotif nya, dan koridor koridor dalam gedung karena
spot foto yang instagram-able untuk di post di instagram mereka.
Keindahan bangunan berarsitektur eropa
buatan belanda ini, terlihat lebih megah saat malam. Gagahnya bangunan yang
berusia ratusan tahun dipadukan sorotan lampu yang membuat banyak pengunjung
saat malam tidak sedikit untuk mencari spot foto atau sekadar duduk santai.
Bagaimana? Jadi tertarik
mengunjungi Lawang Sewu bukan?


Comments
Post a Comment