CONTOH PIDATO SINGKAT TENTANG AGAMA
Assalamualaikum
Wr. Wb.
Yang saya hormati, Bapak Ibu Hadirin Majelis Ta’lim Nurul Iman, Semarang.
Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena telah memberikan nikmatnya sehingga kita dapat berkumul di majelis yang insya Allah mulia ini. Tak lupa sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang kita nantikan syafaatnya di hari kiamat nanti.
Sebelum saya memulai, saya ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu. Saya Ustadzah Aqila, alhamdulilah diberi kesempatan untuk menyampaikan mauidzoh hasanah di pagi hari ini.
Yang saya hormati, Bapak Ibu Hadirin Majelis Ta’lim Nurul Iman, Semarang.
Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT karena telah memberikan nikmatnya sehingga kita dapat berkumul di majelis yang insya Allah mulia ini. Tak lupa sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang kita nantikan syafaatnya di hari kiamat nanti.
Sebelum saya memulai, saya ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu. Saya Ustadzah Aqila, alhamdulilah diberi kesempatan untuk menyampaikan mauidzoh hasanah di pagi hari ini.
Hadirin yang
dirahmati Allah, untuk mengerti hakikat suatu kegiatan yang dilakukan, maka
kita harus berfikir dan mengerti tujuan pekerjaan tersebut. begitu pula dengan
shalat.
Dalam surah Al - Baqarah ayat 45 juz 2 dikatakan, “Wasta’inu bisshobri wasshalah, wa innaha lakabiirotun
illa ‘alal khosyiiin”. Yang berarti “Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu; dan
sesungguhnya yang demikian itu berat, kecuali orang – orang yang khusyu’”.
Apakah bapak ibu
sudah merasa khusyu’ saat melaksanakan shalat ? masih kilatkah kalau sholat ?
atau masih kepikiran hal lain waktu sholat ? betul apa betul ?
Bapak ibu
sekalian, yang akan ustadzah bahas pada pagi ini adalah dahsyatnya sholat
tuma’ninah. Tuma’ninah merupakan bagian dari khusyu’, berarti tenang dalam
seluruh aktivitas shalat, baik gerakan maupun doa doa di dalamnya. Jadi, dalam
melaksanakan shalat itu tenang, berurutan, tidak terburu buru dan dihayati
dengan hati.
Tahukah bapak
ibu bahwa gerakan yang tuma’ninah itu membawa banyak sekali manfaat dalam
bidang kesehatan, baik fisik (meditasi, senam yang sesuai dengan syari’at,
lancarnya aliran darah ke tubuh, meningkatkan kekebalan tubuh) maupun
psikologis (shalat sebagai sarana ibadah, sarana bemunajat atau curhat, sarana
untuk bertaubat, dan juga pembentukan akhlak).
Bagaimana kita
menerapkan perilaku shalat yang tuma’ninah ini?
1. Menanamkan
iman dan ilmu
Diperlukan iman
(meyakini keberadaan Allah serta ilmu pengetahuan tentang agama) untuk bisa
shalat dengan khusyu’.
2. Memahami
khusyu’ lahir dan batin
Khusyu’ lahir
merupakan tenangnya tubuh saat shalat, tidak melakukan gerakan gerakan selain
syariat shalat. Khusyu’ batin merupakan perenungan hati (menghayati makna
bacaan shalat dan meresapi ke dalam hati).
3. Memulai
shalat tuma’ninah
Niat
(mengalokasikan waktu khusus untuk shalat, menghilangkan pikiran pikiran yang
mengganggu)
Tempat shalat
bersih, tidak tergesa gesa, tenang, tidak menguap, tidak menahan apapun,
berpakaian bersih. Shalat sesuai syari’at.
Sebagai penutup mauizoh hasanah, ustadzah
ingin menyampaikan
1.
Tinggalkan
shalat yang asal asalan nggeh bapak ibu, yuk mulai sekarang berusahalah shalat
dengan khusyu’ secara tuma’ninah, karena banyak sekali manfaatnya.
2.
Menerapkan
perilaku tuma’ninah bisa dilakukan dengan cara Menanamkan iman dan ilmu,
Memahami khusyu’ lahir dan batin, serta memulai shalat tuma’ninah.
Sebelum saya
akhiri, mau pantun dulu
Bunga mawar
warnanya merah
Yuk mulai shalat
tuma’ninah
Sekian dari saya, terimakasih, assalamualaikum Wr.
Wb.
Comments
Post a Comment