Contoh Review Film

REVIEW FILM “THE WARD”
Klise, Namun Tetap Bisa Dinikmati

Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia atau World Mental Health Day yang jatuh setiap tanggal 10 Oktober 2019, penulis akan membagikan review film yang pernah penulis tonton yang berkaitan dengan mental health, dimana film ini bertemakan salah satu mental illness, yakni “The Ward”. The Ward adalah film horor psikologis supranatural Amerika tahun 2010 yang disutradarai oleh John Carpenter, dan diproduksi oleh Echo Lake Entertainment serta A Bigger Boat. The Ward mengenalkan Doug Mankoff,  Peter Block, Mike Marcus, dan Andrew Spaulding sebagai produser.

Film yang berdurasi 99 menit  ini dirilis pada tanggal 13 September 2010 dalam Toronto Film Festival. Diantara pemain pemainnya adalah Amber Heard, Mamie Gummer, Danielle Panabaker, Laura Leigh, Lyndsy Fonseca, Mika Boorem, dan Jared Harris. 

Awal kisah cerita ini dimulai saat seorang gadis bernama Kristen dikirim menuju suatu bangsal Rumah Sakit Jiwa North Bend. Kristen bertemu pasien lain dalam bangsalnya, yaitu Emily, Zoey, Sarah, dan Iris, yang dirawat oleh Dr. Stringer. Terdapat tokoh Alice Hudson yang mencoba membunuh Kristen dan teman teman lain dalam bangsal satu per satu. Puncaknya adalah saat Kristen meminta kebenaran pada Dr. Stringer yang mengungkapkan bahwa sebenarnya Alice menderita gangguan kepribadian ganda, dimana teman - teman yang Kristen lihat sebenarnya adalah kepribadian Alice yang berbeda, termasuk Kristen sendiri. Alice pun berhasil menghancurkan kepribadian lainnya. Orang tua Alice pun datang untuk membawanya pulang karena ia telah sembuh. Saat Alice akan pulang, ia mengambil barang - barangnya dan tiba - tiba Kristen menyerangnya seiring berakhirnya film The Ward ini.

Hal yang perlu penulis garis bawahi disini adalah dimana banyak adegan yang penulis nilai mainstream atau sering ditayangkan pada film horror pada umunya. Seakan adegan selanjutnya bisa ditebak dan tidak menimbulkan elemen kejut. Film ini penulis pikir cocok untuk penonton yang menyukai jenis film teka – teki, dan untuk unsur horrornya kurang. Meskipun begitu, yang penulis nilai sangat baik dalam film ini adalah kemampuan pemain – pemain mudanya untuk memerankan karakter sesuai dengan kepribadian masing – masing.  

Di akhir review, penulis sangat mengapresiasi film ini dan merekomendasikan penonton untuk menonton film ini. Namun untuk penonton yang ingin merasakan sensasi menegangkan, penulis rasa kurang cocok. Penonton yang ingin menonton santai dan sekadar mengisi waktu luang penulis rasa ini bisa menjadi rekomendasi yang tepat untuk ditonton.

Comments