Analisis Kasus Menggunakan Teori Hypodhermic Needle

 

Penggunaan Teori Hypodhermic Needle Terhadap Pemberitaan Perkembangan Kasus Virus Corona dalam Media Youtube serta Opini Publik yang Terbentuk

Konsep Teori

Teori Hypodhermic needle atau dikenal dengan sebutan teori peluru merupakan salah satu teori komunikasi massa khususnya teori efek media massa yang digagas oleh Harold Lasswell pada tahun 1920an ketika menulis sebuah buku “Propaganda Technique” semasa perang dunia. Teori jarum hipodermik merupakan salah satu model komunikasi linear yang menitikberatkan pada kekuatan pengaruh media terhadap khalayak.

Teori ini memanfaatkan media seperti jarum yg menyuntikkan informasi secara berulang-ulang kepada khalayak agar terbentuk opini publik. Peluru ajaib yang memasuki pikiran khalayak dan menyuntikkan beberapa pesan khusus. Teori ini melihat pula bagaimana media mengontrol apa yang khalayak lihat dan apa yang khalayak dengar.

Ciri teori ini adalah melihat ketidakberdayaan khalayak massa sebagai dampak adanya pendapat umum atau opini publik yang dibangun oleh media massa. Efek terhadap khalayak massa yang bersifat langsung, segera, dan sangat kuat, menembak secara langsung ke dalam pikiran setiap individu dan memiliki konsekuensi mengubah perilaku khalayak massa. Model komunikasi adalah one way system dgn secara kuat melakukan terpaan isi media.

Data Kasus

Salah satu contohnya adalah berita tentang Perkembangan Kasus Virus Corona, dimana terpaan berita tersebut telah dilakukan berulang kali untuk menunjukkan pembaruan kasus yang terjadi, korban yang meninggal dunia, dan korban yang sembuh yang ditujukan kepada masyarakat. Publik disini adalah masyarakat Indonesia yang dalam konteksnya dikonfrontasikan terhadap suatu masalah. Masalah yang terjadi adalah sedang adanya wabah virus corona yang melanda dan beragam kebijakan serta keadaan mempengaruhi kesehatan dan ekonomi mereka. Masyarakat Indonesia juga memperhatikan cara mengatasi masalah, dilihat dari aktifnya komentar dalam media sosial youtube. Mereka juga terlibat dalam mempersoalkan suatu masalah dan harus diperhatikan sebelum pembentukan opini publik, agar sesuai tujuannya.

1.      Update Corona 22 Maret: 514 Kasus, 48 Meninggal, 29 Sembuh (CNN Indonesia)

Jumlah pasien positif terinfeksi virus corona kembali bertambah. Jumlah pasien positif corona bertambah 64 orang, sehingga total pasien corona menjadi 514 orang yang dinyatakan positif terjangkit virus tersebut. Sedangkan jumlah korban meninggal dunia dan sembuh juga bertambah. Korban meninggal bertambah menjadi 10 orang, dan total mencapai 48 orang. Sedangkan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh juga bertambah 9 orang menjadi 29 orang. Dalam berita ini juga diingatkan untuk selalu menjaga dan mengawasi, melakukan social distancing, dan tidak panik.

Beberapa komentar yang terdapat dalam berita diantaranya berdiskusi tentang masyarakat yang seharusnya sadar diri, untuk melakukan social distancing juga tetap di rumah saja. Ada juga yang mengkritisi kebijakan pemerintah, dengan menilai pemerintah terlambat menangani kasus, dan ada pula yang mengaitkan kebijakan dengan elit politik yang memerintah. Namun, diantara banyaknya komentar, komentar terbanyak adalah semua masyarakat Indonesia mendoakan yang terbaik dengan saling mendukung, berdoa, dan saling mengingatkan untuk menunda acara. Komentar tentang ekonomi sangat sedikit, mengingat kasus ini baru muncul dan kebijakan juga baru diterapkan.

2.      Update Corona 11 April di Indonesia Jadi 3.842 Kasus Positif, 286 Orang Sembuh (Kompas TV)

Update Corona 11 April, 3.842 Kasus Positif, 286 Orang Sembuh, 327 Orang Meninggal Dunia. Achmad Yurianto menjelaskan tentang perkembangan penanganan corona di Indonesia. Ahmad Yurianto juga mengingatkan untuk patuh dan disiplin dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah seperti gunakan masker, cuci tangan, dan disiplin untuk menjaga jarak fisik secara aman dan tetap di rumah untuk menjaga orang lain dan keluarga. Selain itu, dihimbau pula untuk patuh tidak pergi kemanapun atau melakukan mudik karena dapat menyebarkan virus corona ke daerah lain.

Komentar yang terdapat dalam berita tersebut masih dominan masyarakat yang berdoa semoga kondisi kesehatan Indonesia cepat pulih. Sudah mulai terdapat beberapa komentar yang membahas tentang ekonomi masyarakat. Jumlah kasus pun juga meningkat drastis, dan mulai menanyakan apa upaya dan bantuan pemerintah. Komentar lain juga meminta masyarakat untuk disiplin dan selalu mengedepankan kebersihan.

3.      [FULL] Update Corona 24 April: 8.211 Positif, 1.002 Pasien Sembuh (Kompas TV)

Berdasarkan data yang dihimpun hingga pukul 12.00 WIB, terjadi penambahan 436 kasus dan menyebabkan total kasus positif di tanah air menjadi 8.211 kasus. Dari jumlah itu, 1.002 orang sembuh dan 689 meninggal dunia. Yuri juga mengingatkan untuk memakai masker, menjaga jarak, dan meningkatkan imunitas.

Komentar yang terdapat dalam berita tersebut adalah masyarakat sudah mulai kehilangan pekerjaan, penanganan dari pemerintah kurang, sulitnya mencari informasi yang akurat, masyarakat juga masih banyak yang belum menaati aturan, dan lain lain. Dampak ekonomi mulai terasa untuk digaungkan masyarakat, dengan banyak yang berkomentar sulitnya mendapatkan penghasilan, banyak masyarakat yang menahan lapar, kehilangan tempat tinggal, juga membutuhkan kepastian pekerjaan, karena harus mencukupi kebutuhan keluarga.

4.      UPDATE CORONA 8 MEI: 13.112 Positif, 2.494 Sembuh (Kompas TV)

Juru Bicara Pemerintah Untuk Penganganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan ada penambahan sebanyak 336 kasus positif, dan kasus konfirmasi Covid-19 yang meninggal bertambah 13 orang, sehingga menjadi 943 orang, imbuhnnya. Hingga saat ini, virus corona sudah menyerang sebanyak 356 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia, yang tersebar di 34 provinsi. Sementara itu, sebanyak 244.480 orang menjadi ODP (Orang Dalam Pemantauan), dan 29.087 orang PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di seluruh Indonesia.

Komentar yang terdapat dalam berita ini sudah sangat banyak yang membahas tentang perekonomian. Diantaranya adalah PHK perusahaan, kemiskinan, pengangguran, mulai kelaparan dan jatuh sakit, tidak ada pemasukan. Terdapat pula masukan komentar positif berupa meminta masyarakat untuk tidak egois, ini untuk kepentingan bersama, dan masukan untuk usaha di tengah  pandemi. Kemudian PSBB ini juga dilematis karena pemerintah dinilai kurang ketat dan masyarakatnya pun kurang mematuhi.

5.      Update Corona 26 Mei: Positif 23.165, Sembuh 5.877, Meninggal 1.418 (CNN Indonesia)

Jumlah kumulatif kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia per Minggu ini mencapai 23.165 orang. Dari jumlah itu, 5.877 orang dinyatakan sembuh dan 1.418 orang lainnya meninggal dunia.

Komentar dalam berita sudah penuh dengan kritik kebijakan, meskipun masih terdapat komentar doa dan harapan untuk segera pulih. Masyarakat juga sudah bosan melihat berita yang terus tayang tentang keadaan kasus yang terus melambung naik. Banyak juga yang meminta update bantuan pemerintah, dan tidak terus update kasus.

Analisis Kaitan Teori dengan Data Kasus

Informasi yang disebarkan melalui media massa tersebut diharapkan mempengaruhi kognisi, afeksi, dan perilaku publik yang melihat agar aware terhadap keadaan yang sedang terjadi, seperti bahaya virus, pencegahan virus corona, keluar jika sangat terdesak, dan selalu berhati hati karena siapa tahu kita merupakan carrier virus, dan menjadikan masalah nasional dan masalah utama yang harus segera diatasi, karena menyebabkan dampak yang sangat besar terutama di bidang ekonomi, terkait dengan kebijakan social distancing dan WFH.

Pemilihan teori jarum hipodermik dikarenakan model komunikasi linear yang menyebabkan masyarakat terpengaruh kekuatan media, yang dalam hal ini adalah pemberitaan kasus virus corona. Pemberitaan yang terjadi juga satu arah dan tidak ada tanya jawab dengan media. Informasi yang disuntikkan berulang ulang kepada khalayak membentuk opini publik terlihat dari komentar atas berita yang terdapat dalam media massa. Media dalam hal ini juga mengontrol apa yang khalayak lihat dan apa yang khalayak dengar, dengan terpaan berita berulang ulang. Pendapat umum atau opini publik pun dibangun oleh media massa dan mengubah perilaku khalayak massa. Hal ini dapat terlihat dari opini publik yang muncul dalam komentar beragam, dapat berupa positif maupun negatif. Dalam contoh kasus ini, opini publik pertama adalah masih bersifat positif, dengan mendoakan dan berjuang bersama. Namun dengan berjalannya waktu, opini mulai bergeser ke arah negatif, hingga akhirnya muncul kritik pemerintah terkait ekonomi masyarakat yang lumpuh.

Teori jarum hipodermik percaya bahwa tidak ada sumber media lain atau media alternatif untuk membandingkan pesan-pesan media. Media massa dipandang sangat kuat pada masa krisis dan perang karena pada kedua masa itulah khalayak bergantung pada media untuk memperoleh semua informasi yang dibutuhkan. Apabila individu-individu dalam audience massa berpendapat sama dalam suatu persoalan, hal ini bukan karena mereka berhubungan atau berkomunikasi satu dengan yang lain, melainkan karena mereka memperoleh pesan-pesan yang sama dari suatu media.

Sumber berita :

https://www.youtube.com/watch?v=QJzSJhM9blI

https://www.youtube.com/watch?v=LSWhwE9y5v8

https://www.youtube.com/watch?v=oY-GxR81be8&t=1s

https://www.youtube.com/watch?v=L1jxEG9yjEk

https://www.youtube.com/watch?v=oR4F64uiPxQ&t=179s  

Comments