Beberapa Strategi Positioning untuk Iklan Covid-19
Strategi positioning dapat berupa iklan dalam bentuk audio visual yang disebarkan melalui media massa youtube dan televisi. Alasan saya memilih bentuk audio visual adalah saya bisa secara efektif memvisualisasikan pemikiran, seperti bahaya, cara pencegahan, dan manfaat mencegah virus sebagai upaya mengedukasi dan mempengaruhi kognisi, afeksi, dan perilaku pemirsa yang melihat agar aware terhadap keadaan yang sedang terjadi. Berikut adalah rincian iklan yang dibuat menurut 7 strategi positioning David A. Aacker.
1. Menonjolkan karakteristik produk, caranya dengan menghubungkan suatu obyek dengan karakter suatu produk. Satu dari sekian karakter yang saya tonjolkan adalah kasih sayang keluarga yang merupakan karakteristik semu. Objek yang saya pilih adalah pencegahan virus corona. Keseluruhan iklan bertujuan untuk mengkampanyekan menjaga keluarga yang tersayang dengan belajar di rumah, Work From Home, keluar jika sangat terdesak, dan selalu berhati hati karena siapa tahu kita merupakan carrier virus bagi keluarga tercinta kita. Tujuan dari iklan ini adalah untuk menyadarkan masyarakat dengan cara yang berarti.
2. Penonjolan harga dan mutu. Dikarenakan yang akan di branding adalah bukan produk barang, maka iklan yang akan ditonjolkan lebih mengarah kepada menonjolkan bahaya corona jika sudah terinfeksi, seperti corona sudah menelan banyak korban, gejala gejala corona seperti flu, demam, batuk, hingga sesak nafas dan infeksi saluran pernafasan. Selain itu, informasi yang akurat dibutuhkan karena terjadi overcommunicated di publik tentang virus ini, jadi sulit untuk mencari kebenaran informasi. Hal ini bertujuan agar masyarakat menjadi lebih aware atau sadar adanya virus.
3. Penonjolan penggunaannya, cara lain untuk mengkomunikasikan citra adalah mengaitkan dengan penggunaannya. Dikarenakan citra yang dibangun adalah mencegah corona, maka isi dari iklan yang saya buat mengandung cara penggunaan atau cara mencegahnya, seperti dengan mencuci tangan dengan benar, menggunakan masker khusus, menjaga kebersihan dan daya tahan tubuh, tidak pergi ke tempat yang terjagkit, memakan daging matang, serta melakukan social physical distancing. Hal ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat demi menjaga kesehatan bersama. Sisi lain yang perlu ditanamkan adalah publik perlu mengetahui, tidak panik, namun tetap waspada.
4. Posisioning menurut pemakaiannya, yaitu mengaitkan produk dengan pemakaiannya. Tujuan dari iklan yang saya buat adalah juga untuk menyadarkan manfaat yang sangat luar biasa apabila seluruh individu bekerjasama untuk melawan virus corona, dimana dapat meminimalisir korban jiwa, mencegah virus masuk ke dalam tubuh, membunuh kuman, serta mempererat persatuan dengan saling menjaga.
5. Posisioning menurut kelas produk. Tujuan dari iklan yang saya buat adalah juga mengajak masyarakat dan pemerintah untuk memprioritaskan pandemi virus corona ini sebagai masalah nasional dan masalah utama yang harus segera diatasi, karena menyebabkan dampak yang sangat besar terutama di bidang ekonomi, terkait dengan kebijakan social distancing dan WFH.
6. Posisioning dengan menggunakan simbol-simbol budaya untuk menciptakan budaya tertentu. Iklan yang akan saya buat akan mengilustrasikan berbagai suku dan budaya, berbagai kelas rakyat terutama ekonomi dan sosial sebagai wujud dari keragaman bangsa Indonesia yang bersatu melawan virus corona.
7. Posisioning langsung terhadap pesaing. Tidak ada pesaing dalam posisi seperti ini. Semua elemen masyarakat harus bekerjasama saling membantu untuk yang membutuhkan, membentuk kesadaran bersama untuk lepasnya Indonesia dari virus corona.
Comments
Post a Comment