Contoh Analisis Sederhana Kasus Komunikasi Pemasaran
Kasus : Satu kasus MPR yang saya pilih adalah pada saat Burger King meluncurkan Produk Cheesy King dimana terdapat 6 jenis keju pilihan pada 5 jenis produk yaitu Beef Burger, Chicken Burger, Chicken Cheese Crumble, Cheesy King Fries, dan Tropical Fusion menggunakan platform instagram. Dengan 5 foto produk yang menarik dan mengunggah selera, dengan caption “ADA YANG MELELEH TAPI BUKAN PERASAAN!! NIH CHEESY KING BEEF BURGER! Cheesy King Beef Burger ini spesial banget karna KINGREDIENTS-nya dari 6 JENIS KEJU YANG BERBEDA dalam 1 Burger!! Dan ada yang lebih spesial lagi kali ini.... BUN kali ini ada KEJUNYA juga!! Ga meragukan disebut CHEESY KING khaan?! ”
Analisis : Kasus MPR yang dilakukan Burger King kali ini saya nilai berhasil dikarenakan terdapat banyak faktor. Yang pertama, ia berhasil membuat publik mengetahui produk terbaru dengan memilih platform promosi yang tepat, yaitu media sosial berupa Instagram sebagai alat online dengan likes mencapai 19.145 (Jum’at 3 April 2020). Selain itu, ia juga mendengarkan publik dengan memberikan kolom komentar dengan comments mencapai 1.102 komentar (Jum’at 3 April 2020). Kemudian, dalam postingan tersebut, ia juga mendengarkan publik dan konsumennya melalui feedback atau umpan balik yang dia berikan dalam bentuk klarifikasi jawaban dari pertanyaan yang ditanyakan konsumen lewat komentar. Dengan menerapkan konsep publicity pada marketing, ia menjadikan cheesy king tersebut sebagai konten, bukan iklan dimana efeknya dapat bertahan lama kepada konsumen (konsumen terus ingat).
2. Kasus Sponsorship
Kasus : salah satu yang saya ambil sebagai kasus sponsorship adalah program ‘Shop2Give’ Unilever x Lazada yang diselenggarakan 18 sampai 21 Agustus 2019 lalu. Program ini merupakan program berkelanjutan Unilever dalam bidang kemanusiaan dimana bekerjasama dengan Lazada dengan mengajak konsumen, dimana konsumen yang membeli produk Unilever melalui Lazada akan turut berpartisipasi dalam program bantuan kemanusiaan yang akan disalurkan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT). Brand unilever yang berkontribusi adalah Dove, Vaseline,dan Love Beauty and Planet.
Analisis : kasus sponsorship ini saya nilai berhasil pula dan baik sekali bagi perusahaan, mitra, konsumen, serta masyarakat. Di sisi perusahaan dan mitra dapat meningkatkan citra perusahaan dengan kegiatan kemanusiaan yang dilakukan. Hal ini saya nilai lebih baik dibandingkan iklan. Kemudian, saya juga melihat respon masyarakat melalui kolom komentar postingan rata rata menunjukkan rasa kagum dan bangga. Kemudian juga program ini menghubungkan audience dengan perusahaan yang memberi sponsor dengan cara yang bemakna bagi semua. Sponsorship dari Unilever ini juga dapat meningkatkan dampak brand dengan dilihat sebagai perusahaan yang bekerja sama membantu menyelesaikan masalah bersama. Postingan di media sosial Instragram tentang hasil pembangunan MD Nurul Falah di Cigeumuk, Curug dan wajah ceria adik adik yang bisa belajar lebih nyaman karena bangunan sudah di perbaiki menambah erat perasaan semua stakeholder yang terlibat.
Comments
Post a Comment