Fakta Emosional dalam Low Context dan High Context

 

Disini, isyarat nonverbal membawa pengaruh lebih besar dalam menentukan bagaimana penerima menafsirkan emosi komunikan. Fakta emosional juga dapat mengkomunikasikan emosi. Karena ekspresi perasaan nonverbal pula, hampir tidak mungkin untuk bisa menahan perasaan asli terungkapkan. Seperti contoh, Ungkapan perasaan dan emosi selama diskusi kelompok dapat memiliki efek negatif pada ide-ide pendapat anggota kelompok. Jika fakta emosional dikaitkan dengan low context, maka emosi komunikan cenderung sama dengan ekspresi non verbal yang di berikan, serta dapat menimbulkan perasaan yang jujur. Sebaliknya, jika fakta emosional dikaitkan dengan high context, maka emosi komunikan terkesan menjaga perasaan sesorang, atau masih mengedepankan emosi, karena high context itu menekankan pada hubungannya dengan orang lain. 

Comments