Feminisme Liberal
Pada saat perang, wanita mengambil alih semua pekerjaan pria seperti karir, dikarenakan pria mereka sedang berperang. Wanita merasa dapat menjadi orang seutuhnya. Namun setelah perang, dikampanyekan poster poster seolah wanita yang baik adalah istri atau ibu rumah tangga yang melayani suami, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, dan lain lain. Perempuan seolah digambarkan sebagai orang yang kekurangan nalar dan moral, sehingga feminisme liberal mendorong perempuan untuk membuat keputusan dengan memiliki kekuatan fisik dan pikiran untuk menentukan nasibnya sendiri.
Feminis Liberal menginginkan perempuan untuk menjadi manusia yang utuh dengan kesempatan yang setara dengan laki laki, dengan membebaskan opresi terhadap perempuan dengan mengkampanyekan hak hak perempuan, serta menentang diskriminasi seks. Dalam video itu pula, terdapat perlawanan yang dimulai oleh perempuan, dengan menggeser pikiran patriarki dan menentang hal tersebut. Sebagaimana dikatakan oleh Betty Friedan, dimana “tidak apa apa jika perempuan bertanya mengapa mereka tidak bahagia dan hanya menjadi pahlawan rumah tangga”. Setelah itu, muncul gerakan yang membela hak perempuan untuk menuntut kesetaraan gender.
Sistem afirmasi keterwakilan perempuan di DPR merupakan langkah yang sesuai dengan pemikiran feminis liberal. Mengapa ? karena feminis liberal menginginkan perempuan untuk menjadi manusia yang utuh dengan kesempatan yang setara di bidang politik serta hak hak politik, serta menekankan kesamaan antara perempuan dan laki laki. Dalam feminisme liberal juga terdapat perempuan yang berjuang mendapatkan hak pilihnya melalui gerakan hak hak perempuan. Terdapatnya keterwakilan perempuan dalam daftar calon anggota legistlatif yang tertera di berita merupakan langkah pemerintah yang tepat untuk membantu memperjuangkan dan memberdayakan hak perempuan, dimana ciri dari feminisme liberal adalah memperjuangkan hak politik diatas ekonomi.
Kritik yang diberikan terkait kebijakan afirmasi yang muncul adalah dalam feminisme liberal, sangat mengutamakan kesetaran gender. Meskipun terdapatnya keterwakilan perempuan yang mencapai 30 persen itu merupakan bentuk proteksi politik dalam peraturan pemerintah, seharusnya angka keterwakilan perempuan tersebut mencapai 50% agar perempuan dan laki laki dapat dikatakan setara untuk saling bersaing dalam bidang politik. Meskipun hal ini sudah dinilai sebagai langkah awal yang baik bagi politikus perempuan untuk memulai.
Comments
Post a Comment