Hubungan Iklim dan Produktivitas

 

Iklim mendukung produktivitas kelompok. Tujuan kelompok tetap bisa tercapai walaupun dengan iklim yang kurang mendukung. Namun, hal ini tentu jelas berbeda, dimana dengan iklim yang kurang mendukung, tujuan kelompok dapat tercapai dengan didalamnya terdapat anggota kelompok yang saling tidak setuju, stress, kelelahan, hubungan antar anggota tidak baik, dan tidak saling mendukung. Pola komunikasi yang diterapkan dalam kelompok adalah kita menggambarkan pemikiran tentang ide seorang pembicara, mengupayakan solusi yang menguntungkan bagi semua pihak, jujur menanggapi situasi, keterlibatan pada tugas dan kepedulian pada anggota kelompok, kesediaan untuk berpartisipasi, dan berorientasi pada penyelesaian masalah. 

Ketika sebuah kelompok memiliki kepercayaan, suasana terbuka dan tingkat keterpaduan yang tinggi, anggota tidak takut akan efek yang dapat ditimbulkan oleh pertentangan dan konflik dalam dimensi tugas terhadap tatanan sosial mereka. Kelompok yang kohesif memiliki ikatan sosial yang cukup kuat untuk mentolerir konflik. Iklim kondusif ini dapat berubah menjadi iklim defensif seiring dengan perkembangan tingkat kepercayaan, produktivitas, dan komunikasi yang terjalin. Sebagai contoh, Ernest Bormann mencatat, Pada titik di mana seseorang dalam kelompok yang kohesif akan berkata "Anda salah!" Atau "Saya tidak setuju!" Seorang individu dalam kelompok yang kurang kompak akan mengatakan "Saya tidak mengerti" atau "Saya bingung”, dikarenakan anggota kelompok yang kurang padu belum membuat banyak realitas sosial yang sama. Hal ini harus disikapi kelompok dan mengembalikan kelompok kepada iklim yang kondusif.

Comments