Kaitan Kepemimpinan dan Gender di Indonesia

 

Penelitian pada 1960-an dan 1970-an menemukan bahwa wanita enggan untuk mengambil peran kepemimpinan. Anggota kelompok menganggap laki-laki lebih mandiri, rasional, percaya diri, dan berpengaruh daripada perempuan dan memandang laki-laki sebagai pemimpin lebih sering daripada perempuan. Pada tahun 1979, satu tim peneliti mencatat bahwa wanita lebih bisa menerima ide dan membina hubungan interpersonal, menunjukkan perhatian, dan lebih memperhatikan orang lain daripada pria. Di Indonesia, karena Indonesia menurut saya masih terdapat kesenjangan antara laki laki dan perempuan, yang tidak bisa terlepas dari budaya dimana laki laki lebih baik menjadi pemimpin. Namun, sudah banyak paham tentang wanita juga dapat menjadi pemimpin, dimana prinsip kesetaraan gender berlaku. Terlihat dari contoh Ibu Megawati dimana pernah menjadi Presiden Republik Indonesia ke-5, Grace Natalie dimana merupakan pemimpin Partai Solidaritas Indonesia

Comments