Pengertian Feminisme Psikoanalisis dan Feminisme Eksistensialis

 

FEMINISME PSIKOANALISIS

Feminis psikoanalisis percaya bahwa penjelasan fundamental atas cara bertindak perempuan berakar dari psike perempuan terutama dalam cara berpikir perempuan. Konsep Freud mengklaim bahwa ketidaksetaraan gender berakal dari rangkaian pengalaman pada masa kanak kanak mereka, termasuk cara masyarakat memandang maskulinitas adalah lebih baik daripada feminitas. Feminis Psikoanalisis merekomendasikan untuk kita harus bergerak maju menuju masyarakat androgin, dimana di dalamnya, manusia seutuhnya merupakan campuran sifat sifat positif feminin dan maskulin. Feminisme psikoanalisis berakar dari pendapat Sigmund Freud yang melihat tahapan perkembangan psikoseksual anak anak hingga dewasa yang jelas. Pengalaman ini disebut kompleks oedipus dan kastrasi. Terdapat pula pengaruh seksualitas genital reproduktif. Feminis psikoanalisis awal telah merasa yakin bahwa identitas gender, perilaku gender, serta orientasi seksual perempuan merupakan hasil dari nilai – nilai sosial. Terdapat kritik dari Betty Friedan, Schulamith Firestone dan Kate Millet yang berargumentasi tentang posisi serta ketidakberdayaan sosial perempuan terhadap laki laki kecil hubungannya terhadap perempuan, dan sangat berhubungan dengan konstruksi sosial atas feminitas.

FEMINISME EKSISTENSIALIS

Berawal dari Simone de Beauvoir yang mengemukakan bahwa laki laki menamai laki laki Sang Diri, sedangkan perempuan menamai Sang Liyan yang dicari terus alasan yang lebih mendalam oleh Beauvoir. Perempuan dilihat sebagai ancaman bagi laki laki, sehingga laki laki harus mensubordinasi perempuan agar bisa bebas. Beauvoir membahas takdir dan sejarah perempuan dimana menelaah perempuan menjadi tidak berdaya terpisah dari laki laki, tetapi juga inferior terhadap laki laki. Biologi menawarkan kepada masyarakat fakta yang kemudian diinterpretasi masyarakat, seperti peran reproduksi yang sebenarnya tergantung kita bagaimana memaknainya. Laki laki dapat menguasai perempuan dengan menciptakan mitos seperti irasionalitas dan kompleksitas perempuan. Perempuan dihadapkan pada jika ia mengejek citra dirinya, atau ia tidak melakukan sesuatu atas itu, maka situasinya akan bahaya dimana laki laki akan memegang kendali atas dirinya. Beauvoir menspesifikasi peran sosial kehidupan perempuan kini yang sejalan dengan makanisme utama yang digunakan oleh laki laki untuk menguasai perempuan. Pada akhirnya, beauvoir menyimpulkan bahwa kesemua peran yang ditujukan kepada perempuan itu merupakan umpan untuk mendapatkan persetujuan dari dunia maskulin dalam masyarakat produktif. Terdapat kritik terhadap feminisme eksistensialis. Elhstain (komunitarian) memiliki 3 kritik yaitu pertama, buku ini tidak dapat diakses oleh mayoritas perempuan. Kedua, ia menolak pendapat beauvoir tentang tubuh perempuan. Ketiga, ia dianggap merayakan karakter laki laki yang aktif, dominan, dan transenden, dimana beauvoir mengeluhkan tentang karakter perempuan yang pasif dan submisif. Llyod (filosofis) dimana kategori filosofis Beauvoir tidak sesuai dengan kebutuhan fundamental feminis.

Comments