Pola Berfikir Outside-In dalam Positioning Iklan
Positioning sendiri adalah upaya menempatkan sesuatu di benak calon konsumen, terkait merek, produk, perusahaan, dengan citra yang diciptakan lewat iklan atau pemasaran yang akan diproses melalui pikiran seseorang. Tujuannya adalah untuk membentuk posisi tertentu di kepala konsumen, serta merebut perhatian pasar. Dalam positioning, pola berfikir yang diterapkan adalah outside-in. Cara ini menuntut objektivitas yang tinggi dalam melihat pangsa pasar. Diantaranya adalah melihat secara objektif 4W + 2H serta 4P dari produk, merek, dan perusahaan.
Unsur What akan memfokuskan citra apa yang akan ditanamkan melalui positioning agar konsumen sadar. Unsur Who akan memfokuskan target konsumen dalam iklan. Unsur How akan melihat bagaimana cara mengkomunikasikan posisi tersebut. Unsur Where dan When akan melihat dimana dan kapan komunikasi dilakukan. Dan unsur How Much adalah melihat berapa besar dana periklanan yang dibutuhkan. Sedangkan, untuk unsur 4P, akan menganalisis kualitas barang dan jasa, kebutuhan, keinginan konsumen, harga yang mengacu limit dan profit, tempat produksi dan tempat distribusi, dan upaya pemasaran, seperti dengan iklan yang mengandung citra produk yang akan ditanamkan kepada konsumen.
Terkait hubungannya dengan pemimpin pasar, pemasar produk di bawahnya atau setara dapat menjadikan hal tersebut sebagai patokan, dikarenakan strategi pemasaran dan periklanannya telah teruji. Kemauan mengakui posisi dibutuhkan agar pemasar mengerti posisi dan berusaha fokus pada target tujuan. Keunggulan sang pemimpin pasar di mata konsumen dapat dianalisis dan dicoba diterapkan pada produk pemasar dengan cara yang sama atau cara yang telah dimodofikasi. Setelah pemasar menganalisis hal diatas, dengan cara berpikir outside in akan lebih terfokus kepada penempatan yang telah dianalisis, dan menerapkan citra dalam iklan. Jadi sudah terdapat patokan yang tepat untuk merancang iklan.
Comments
Post a Comment