"STATUS TINGGI" dalam Grup
Status mempengaruhi siapa yang berbicara dan kepada siapa, serta seberapa sering anggota berbicara. Status atau reputasi yang dimiliki seseorang sebelum bergabung kedalam suatu kelompok juga mempengaruhi peran yang akan diambilnya. Orang yang berstatus tinggi cenderung di istimewakan dalam kelompok. Namun mereka juga bisa diabaikan karena banyak faktor, seperti karena kontribusi mereka terhadap grup hanya menimbulkan masalah, mereka tidak melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk kelompok, dan karena mereka cenderung mengarahkan percakapan kepada orang dengan status yang tinggi atau sama, yang dimana pasti terdapat omongan di belakang, atau mereka tidak berbicara sama sekali, karena merasa tidak harus melakukan sesuatu. Tidak bisa dipungkiri bahwa hal ini terjadi ke setiap kelompok. Cara mengatasinya adalah, setiap anggota sebisa mungkin menyelaraskan pikiran antara satu sama lain. Jangan pilih – pilih. Karena suatu kelompok dibentuk untuk mencapai tujuan. Kita juga dapat mengamati perbedaan status dan menjadikannya positif. Jika kita mengetahui bagaimana cara kerja dari hal tersebut, maka hal ini akan membantu dalam memprediksi siapa yang akan berbicara dengan siapa. Jika Anda dapat melihat perbedaan status, Anda juga dapat memprediksi jenis pesan yang dikomunikasikan dalam diskusi kelompok kecil. Yang berstatus rendah pun dapat menyampaikan suatu hal. Cara mereka bisa menyampaikan argumen adalah, tekankan bahwa mereka sama berkompetennya dengan orang berstatus tinggi, tunjukkan dengan kayanya informasi agar pendapatnya dipertimbangkan, serta meningkatkan rasa percaya diri.
Comments
Post a Comment